Senin, 02 Januari 2012

Cerita fiktif 2

Untuk meraih cita citanya, wilo de ostarika mengikuti wukuf di bukit cinta bersama anak anak pecinta karmo. Dia berangkat dengan membawa sepuntung rokok rindang dan sukun yang berbau mistis untuk mencegah naiknya harga fantamorgana. Di perkemahan ia menyalakan lampu rexona anti seliliten kedalam aroma kopi yang baru kedepan selalu bersama rezpector detevtiv cinta akan tetap setya (sorry ini nama fb temen gue yang alay).
Disana ia merasakan ada koprasi pamong praja yang terkenal dengan sebutan wingin la mok parades.
ia membeli sapu herry kampleng untuk menyelesaikan wukufnya, agar facebooknya tidak bisa di gusur oleh satpol pp negeri anti dendruf.

0 komentar:

Poskan Komentar